Budidaya tanaman anggrek sekala rumah tangga menjadi prioritas utama agenda Assosiasi Petani Anggrek Multiflora.Sasaranya adalah pemanfaatan lahan pekarangan untuk dijadikan area budidaya bibit anggrek.

Menurut Ari dari seksi budidaya anggrek , lahan 1 meter persegi dapat ditanam bibit sekitar 200 tanaman, jadi kalau kita punya lahan 1 x 3 meter bisa ditanam 600 bibit anggrek.
Tempat bertanam tidak harus menggunakan naungan net. Bila tempatnya di teras, tanaman  bisa ditempatkan di rak berongga.  Rak berongga dengan tujuan supaya sirkulasi udara di media anggrek  dapat terpenuhi.

Di Semarang sendiri lebih dari 10 petani yang  memanfaatkan lahan pekarangan. “Ukuranya tidak besar namun pendapatanya bisa untuk menunjang kebutuhan rumah tangga” kata Ari disela sela kesibukanya mengurus Lab Kultur Jaringan.
Yang perlu diperhatikan dalam  budidaya anggrek di lahan pekarangan  adalah agroklimat. Usahakan lingkungan tanaman dalam konsidi lembab, biasanya petani menggunakan border tanaman hias untuk mengurangi sinar dan menjaga kelembapan.
Penyiraman dan pemupukan rutin mutlak dilakukan, kendala utama dalam budidaya di lingkungan perumahan adalah serangan hama. Tikus rumah musuh utama petani pekarangan.

Satu meter persegi dapat ditanam 200 bibit anggrek
Ibu Joni, memanfaatkan dak lantai atas untuk budidaya anggrek (Lokasi: Gombel Permai)
Bp. Margono, Lahan sempit tidak menjadi kendala menanam phalaenopsis (Lokasi: Gombel Permai)
Bp. Budi, Lahan 1×7 meter dimanfaatkan untuk menanam anggrek phalaenopsis (Lokasi: Perumnas Banyumanik)
Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk budidaya Phalaenopsis