Sudah hampir 3 bulan cuaca di Jawa Tengah khususnya Semarang tidak diguyur hujan, akibatnya lingkungan menjadi kering dan berdebu. Kondisi ini sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman anggrek . Lihat saja Dendrobium, Cattleya, Bulbophyllum, batangnya menjadi keriput, daun kuning dan rontok

Untuk menghindari keriput batang pada tanaman anggrek, beberapa petani anggrek multiflora semarang menyiasati dengan kontrol air, maksudnya menjaga supaya media tanaman selalu lembab. “Lembab di media tidak selalu harus disiram pagi dan sore” kata Miyono pengelola Kebun Dendrobium Balai Benih pertanian semarang.

Tempatkan tanaman di tempat yang agak teduh atau rindang. Biasanya dibawah pohon tambahnya.

Menurut Ari Sudibyo seksi budidaya assosiasi Petani Anggrek Multiflora, kondisi angin yang kencang sangat mempengaruhi pertumbuhan pseudobulb (batang semu). “Biarpun sudah di tempatkan di tempat yang teduh, tetapi kalau udara lingkungan kita terasa panas, atau bahkan berhembus kencang, bisa membuat batang dendrobium gembos” katanya. 
Untuk menghindari batang keriput ada beberapa trik yang perlu diperhatikan
  1. Tanaman / anggrek harus terlindungi dari terik matahari secara langsung. Bisa menggunakan net 55% atau dibawah pohon yang rindang
  2. Hindari hembusan angin panas menerpa tanaman. Gunakan border tanaman hias sebagai filter angin.
  3. Siram lebih banyak dimusim kemarau. Siram pagi dan sore
  4. Gunakan pupuk seimbang untuk menjaga kesehatan tanaman. Pupuk seminggu 2 kali dengan  takaran sesuai petunjuk pada kemasan.

Note: Dendrobium akan segera pulih kembali (dari keriput) bila segera disiram dan dirawat seperti diatas. Bila sudah terlanjur keriput dan kering, tunggu saja tunas baru, tunas baru tersebut akan tumbuh dengan lingkungan yang ada (adaptasi). Pertumbuhan tunas baru akan lebih baik dan tidak berkeriput.
Batang dendro keriput sering terjadi dimusim kemarau