Anggrek Lidah bergoyang
 (Bulbophyllum lobbii. Lindl)

Bila kita menuju Desa Kaloran dari arah Bandungan Jawa Tengah, tepatnya di Jl. Sokorini Dusun Candigaron. Dipinggir jalan tersebut ada kios khusus menjual anggrek alam atau spesies. Anggrek alam dari gunung Ungaran banyak dijual di kios tersebut.

“Vanda tricolor saya jual sepuluh ribu rupiah ” kata Rukidi pemilik kios tersebut. Menurutnya, permintaan anggrek alam mulai rame lagi. Sehari tidak kurang dari 20 pot terjual. Lumayan, yang penting dapur ngepul kelakarnya.

Anggrek alam semakin jarang keberadaanya, bukan berarti penjual/pemburu spesies ini penyebabnya, tidak jarang perambah hutan dan pembukaan lahan untuk perumahan yang membuat hutan disekitar Bandungan Ambarawa habis, akibatnya anggrek spesies yang menumpang di pohon juga ikut terbabat habis.
Walaupun keberadaanya semakin langka, anggrek alam masih menjadi primadona bagi penggemar tanaman anggrek.

Kios anggrek alam, Jl. Sokorini Dusun Candigaron Bandungan Ambarawa Jawa Tengah
Sudah hampir 4 tahun Rukidi mengelola kios ini
Penuh dengan berbagai varian anggrek alam
Anggrek alam yang semakin langka