Dendrobium.sp

BMKG memperkirakan sampai bulan Maret 2012 cuaca buruk berupa hujan deras dan angin kencang akan melanda sebagian besar wilayah tanah air kita. Kondisi ini sangat mengkawatirkan bagi petani anggrek.


Kelebihan air yang diakibatkan terlalu sering diguyur hujan mengakibatkan kerusakan pada tanaman anggrek, akibatnya daun akan menguning dan rontok. Serangan hama dan penyakit dimusim hujan juga mempercepat kerusakan tersebut. Untuk mencegah kerusakan tanaman anggrek dimusim hujan, ada beberapa tip yang perlu diperhatikan :

Pot dan Media
Perhatikan lubang aerasi di pot, jangan sampai tersumbat oleh lumut atau media yang dipakai. Pindahkan pot ditempat yang terhindar dari guyuran air bila media yang kita pakai menggunakan media lunak, misalnya sabut kelapa, spaghnum moss, daun kaliandra, akar kadaka, pakis cacah. Gunakan tehnik vertikultur supaya aman dimusim hujan.

Pengendalian Hama dan penyakit
Kelembapan tinggi memacu timbulnya jamur di pot maupun tanaman anggrek. Serangan jamur mengakibatkan daun menguning dan rontok. Gunakan fungisida seminggu sekali supaya jamur tidak menyerang tanaman. 
Siput akan merusak tanaman dimusim hujan, gunakan Moluskisida untuk mengendalikanya.
Perhatikan juga serangan trip di kuncup bunga (knop) dan spidermite di punggung daun. Kedua serangga tersebut sering mengganggu dimusim dingin.
Lingkungan kebun yang bersih dengan sirkulasi udara yang baik membuat tanaman sehat dan bebas dari penyakit.

Untuk menghindari serangan penyakit yang lebih luas, isolasi tanaman anggrek yang terserang penyakit, potong bagian yang terserang dan musnahkan (bakar). Langkah berikutnya adalah obati tanaman tersebut sesuai dengan indikasi penyakitnya.

Kelebihan air akan mengakibatkan daun menjadi kuning dan rontok
Akibat dari serangan jamur
Perkiraan Curah Hujan Bulan Maret 2012 . Info BMKG