Coelogyne pandurata Lindl.

Anggrek  hitam atau Black Orchid  (Coelogyne pandurata Lindl.) adalah salah satu anggrek tercantik yang berasal dari Kalimantan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 anggrek ini termasuk kedalam tumbuhan yang dilindungi.

Dimusim hujan saat ini Coelogyne pandurata  mulai berbunga, berbau harum lembut dan mekar sekitar 5-6 hari.  Perawatan anggrek hitam tidaklah begitu sulit karena anggrek hitam mudah sekali beradaptasi dengan lingkungan. 
Ada beberapa trik untuk merawat anggrek hitam al:

  1. Perhatikan media tanam. Usahakan media tanam selalu lembab, gunakan sabut kelapa yang sudah diolah untuk medianya. Siram setiap hari bila kondisi tanaman ternaungi dan jangan disiram jika kehujanan.
  2. Perhatikan agroklimat. Coelogyne pandurata  membutuhkan 50 – 70 % sinar matahari dengan sirkulasi udara yang baik (semribit : jawa). Usahakan menggunakan pot gantung untuk tempatnya. Biarkan bulb (umbi semu) menjuntai keluar pot. Biasanya kalau sudah menjuntai keluar pot, Coelogyne pandurata segera berbunga.
  3. Perhatikan Pemupukan. Gunakan pupuk kimia seimbang 20-20-20 untuk pertumbuhan dari kecil sampai berbunga. Aplikasikan pupuk 2 kali dalam seminggu. Gunakan pula pupuk cair organik untuk memperbaiki keasaman   media tanam.  Pupuk organik dipakai 2 kali dalam satu bulan.

Juka semuanya  terpenuhi, Insya Allah anggrek hitam akan cepat tumbuh dan berbunga.


Biarkan bulb (umbi semu) menjuntai keluar pot. Biasanya kalau sudah menjuntai keluar pot, Coelogyne pandurata segera berbunga.
Tunas bunga mulai tumbuh
Kuncup bunga mulai mekar
Janganlah heran, anggrek ini tidak sepenuhnya berwarna hitam. Coelogyne pandurata memiliki lidah (labellum) berwarna hitam (bergurat warna hitam), sepal dan petal berwarna hijau muda.

Coelogyene pandurata Lind.
Synonym:
Pleione pandurata (Lindl.) Kuntze.
Coelogyene peltastes Rchb.f. var. unguiculata J.J.Sm.
Section: Verrucosae.
Type of plant: epiphytic, lithophytic or terrestrial
Flower 7 – 10 cm broad, fragrant, bright green; Lip appearing black mottled.
Distribution: Sumatera and Kalimantan.
Note: grow at altitude from sea level to 1200m in lowland rainforest or hill forests.