Zat pengatur tumbuh pada tanaman adalah senyawa organik bukan hara, yang dalam jumlah sedikit dapat mendukung, menghambat dan dapat merubah proses fisiologi tumbuhan.
Zat pengatur tumbuh dalam tanaman terdiri dari lima kelompok yaitu: Auksin, Sitokinin, Giberelin, Etilen dan Inhibitor dengan ciri khas serta pengaruh yang berlainan terhadap proses fisiologis. 
Auksin: Jenis Auksin yang umum dipakai dalam pertumbuhan tanaman adalah: IAA (Indole Acetic Acid), NAA (Naphtalene Acetic Acid), IBA (Indole Butyric Acid). Auksin digunakan untuk memacu pembentukan kalus, terutama akar, memacu embriogenesis somatic dan memacu pertumbuhan tunas pucuk.  

Sitokinin: Kelompok sitokinin yang sering di gunakan adalah: Zeatin, BAP (Benzyl aminopuine), Kinetin. Sitokinin digunakan untuk menstimulir pembelahan sel, memacu pembentukan tunas, perbanyakan tunas samping dan menghambat pembentukan akar.  

Giberelin: Giberelin pertama ditemukan pada tanaman padi yang tumbuh memanjang di Jepang, kemudian senyawanya di ekstrak dan diberi nama “giberelin”. Sesudah beberapa lama ternyata senyawa sejenis juga terdapat pada tanaman lain tetapi berbeda satu sama lain, sehingga didapatkan sekitar 60 jenis giberlin. Diantaranya yang sering digunakan adalah GA3 ( Asam Giberelat). Giberelin menghambat pembelahan sel dan perkembangan embrio somatic, tetapi dapat memacu pemanjangan sel serta pembentukan jaringan xylem sehingga tanaman menjadi lebih panjang.

Vitamin. Vitamin vitamin yang dibutuhkan dalam tanaman adalah Thiamin (Vitamin B1), Pyridoxine (Vitamin B6). Vitamin vitamin ini umumnya berada dalam tanaman. Fungsi Thiamin adalah untuk mempercepat pembelahan sel pada akar.
Asam Amino. Asam asam amino banyak terdapat dalam bahan organik baik hewani maupun nabati. Kandungan asam amino yang di butuhkan tanaman adalah : Asparagin, Glycine, Methionine, Phenylalanine, Proline, Threonine, Alanine, Isoleucine, Lysine, Serine, Ammonium,Acetic acid, Lacetic Acid, Glutamac Acid.