Kumbang penggerek
Efek yang ditimbulkan oleh serangan ini adalah bekas lubang akibat gigitan “kumbang gajah” / penggerek (Orchid weevil) di pucuk daun.

Serangan yang mematikan yaitu lubang kecil di pangkal batang dendrobium.
Lubang tersebut tempat menyimpan larva kumbang. Larva akan memakan jaringan dalam batang dan keluar lewat batang atas. Karena jaringan batang rusak, maka dendrobium akan roboh dan mati. Kumbang dewasa memakan epidermis/permukaan daun muda, jaringan/tangkai bunga dan pucuk/kuntum sehingga dapat mengakibatkan kematian bagian tanaman yang dirusak. Serangan kumbang gajah dapat terjadi sepanjang tahun, terutama pada awal musim hujan.
Pengendalian: Segera semprot dengan insectisida yang bersifat racun kontak atau sistemik. Efektif disemprot pada pagi atau sore hari. Secara organik bisa di bantu dengan menyemprotkan susu instan keseluruh batang. (perhatikan apa yang terjadi!!)

Tungau. Bagian tanaman yang diserang adalah punggung daun, tangkai daun dan bunga. Hasil serangan akan berwarna keperakan. Tungau “Spider mite” ini akan cepat berkembang dimusim kemarau. Untuk mendeteksi hama ini adalah dengancara mengusap bagian punggung daun dengan kapas basah. Jika kapas berwarna orange berarti tanaman tersebut dihuni oleh tungau. Pengendalian: Secara mekanis bisa dilakukan dengan pengusapan punggung daun dengan kapas yang diberi alcohol 70%. Secara kimia bisa disemprot dengan “Akarisida” ( Kelthane, Omet) lima hari sekali. Dengan menjaga kelembapan adalah salah satu pencegahan yang baik.

Thrips. Serangga bersayap kecil, memanjang dan berbulu (1 mm). Species Thrips menyerang daun dan bunga anggrek.
Sejumlah besar populasi thrips diatas kuncup kuncup bunga yang berkembang. Sangat mudah dikenali keberadaanya dengan adanya kerusakan akibat tusukan dan hisapan makanan yang ditandai dengan adanya goresan goresan putih diatas daun bunga, kadang juga muncul bintik bintik putih. Serangga ini tidak hanya menjadi hama tetapi juga dapat menjadi penyebar virus. Pengendalian: Secara periodik bisa disemprot dengan insektisida kimia (matador, decis dll)

Lalat putih (Whitefly) . Lalat kecil bergerombol, menyukai daun busuk. Akan menusuk dan menghisap daun busuk, sehingga dengan cepat menularkan bakteri/jamur. Banyak terjadi serangan di phalaenopsis. Pengendalian: Secara mekanis bisa dijebak dengan stiker serangga warna kuning. Secara kimia bisa disemprot dengan insektisida yang bersifat racun kontak atau sistemik

Semut . Semut merupakan hama yang tidak secara langsung merusak anggrek. Sarang semut yang menyebabkan cendawan dan bakteri. Adanya semut sebagai tanda/indikasi adanya hama lainya seperti aphid atau kutu putih, karena hama tersebut mengeluarkan cairan manis yang disukai semut. Pengendalian: Bila serangan hanya sedikit, bisa dibantu dengan merendam pot dalam air. Segera semprot dengan insektisida. Ciptakan lingkungan yang bersih.

Kutu Babi (Mealybug) , serangga kecil diselimuti tepung putih, biasanya banyak terdapat di tanaman buah seperti mangga, jambu dll.
Kutu babi selalu dikerubuti semut untuk mengambil kelenjarnya, bahkan semut mengendong kutu babi untuk berpindah tempat. Tanaman yang diserang ada di sela sela daun atau di akar. Pengendalian: Secara kimia bisa disemprot dengan insektisida yang bersifat racun kontak atau sistemik, atau secara biologi bisa menggunakan  hama predator kepik.

Busuk Akar (akar berubah menjadi hitam dan busuk), Bercak daun (terdapat bercak kuning kecoklatan terpendam pada daun), Busuk basah (seluruh bagian tanaman menjadi lunak, busuk dan mati), Gloesporium (titik hitam yang dikelilingi warna kuning daun). Pengendalian: Untuk pengendalian secara kimiawi dapat menggunakan fungisida, seperti Dithane M-45, Benlate, Score 35WP, Physan 20.

Artikel terkait: