Serangan Hama & Penyakit dapat mengakibatkan kerusakan yang merugikan. Untuk itulah diperlukan pengandalian dan control terhadap tanaman sehingga dapat mengurangi resiko yang lebih parah. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara mekanis, pengaturan sanitasi atau ekologi yaitu dengan cara menangkap langsung hama yang terdapat pada tanaman. Pengendalian selanjutnya dapat dengan cara kimiawi terhadap organisme pengganggu tanaman (OPT) yaitu dengan menggunakan jenis pestisida tertentu.

Tikus . Wabah tikus dan kerusakan pada tanaman biasanya terjadi selama masa kering ketika pasokan makanan dan air mulai menipis. Memakan tunas-tunas muda, tangkai bunga, akar dan batang. Menyerang pada malam hari. Pengendalian : Gunakan jebakan tikus, lem tikus. Atau umpan racun berupa makanan (Rodentisida). 
Siput : Vaginulus-plebeius, Tornalellides.sp, Zonitoides-arboreus.sp . Siput dan sejenisnya menyebabkan kerusakan berat pada akar, daun, tunas muda. Siput juga makan bahan organic yang telah membusuk.
Pengendalian : Pembuatan batas penghalang dng lilitan tembaga (kaki rak anggrek), siput mati bila bersentuhan dng tembaga yang berkarat. Gunakan Moluskisida (racun siput) dengan bahan Metaldehyde. Berbentuk butiran (umpan), racun ini akan bereaksi melalui kontak perut terhadap siput. Umpan akan lebih efektif bila ditabur di media yang lembab yaitu pada saat setelah disiram atau hujan. Siput akan aktif dimalam hari. Gunakan umpan buah (apel, timun, pepaya dll) yang sudah diberi cairan insectisida yang tidak berbau. Tempatkan buah tersebut di sebelah pot / kaki rak anggrek. Secara Organik bisa menggunakan cairan tembakau dan daun sirih.
Ulat bunga. Ulat memakan kelopak bunga, daun. Lebih menyukai bunga pada saat kuncup. Kerusakan yang ditimbulkan akan terlihat di pinggiran daun yang terluka bergerigi. Setelah menetas, telur ulat segera masuk dan merusak ke kuncup bunga dan kelopak bunga. Pengendalian : Segera semprot dengan insectisida yang bersifat racun kontak atau sistemik.
Belalang. Serangan belalang mengakibatkan pinggiran daun rusak dengan luka bergigi tak beraturan. Pengendalian: Segera semprot dengan insectisida yang bersifat racun kontak atau sistemik.

Kumbang penggerek . Efek yang ditimbulkan oleh serangan ini adalah bekas lubang akibat gigitan “kumbang gajah” / penggerek (Orchid weevil) di pucuk daun. Serangan yang mematikan yaitu lubang kecil di pangkal batang dendrobium.
Lubang tersebut tempat menyimpan larva kumbang. Larva akan memakan  Read More